10 Objek atau Tempat Wisata Bernuansa Sejarah di Solo – Solo atau yang nama resminya adalah Kota Surakarta merupakan kota yang kaya akan destinasi atau tempat wisata yang berbau tradisi dan budaya. Kota Solo juga dikenal sebagai daerah yang memiliki napak tilas sejarah yang tinggi. Tentunya karena kota ini dulunya menjadi pusat Kerajaan Mataram sehingga kini memiliki berbagai situs sejarah yang layak untuk dikunjungi.
Selain peninggalan dari masa kerajaan, Solo juga menyimpan banyak warisan dari masa penjajahan Belanda. Solo menjadi saksi bisu dari perjuangan menuju kemerdekaan, dan tak heran jika banyak bangunan bergaya kolonial masih berdiri kokoh hingga sekarang. Ini juga yang menjadi alasan mengapa tempat wisata bernuansa sejarah di Solo sangat mudah ditemui.
Maka dari itu, untuk kalian yang gemar berwisata ke tempat-tempat bersejarah, Solo menjadi kota yang wajib dikunjungi. Ambil cuti kalian yang saat ini sudah bekerja, lalu berkeliling Kota Solo, datangi tempat-tempat wisata yang cocok untuk kalian nikmati sembari melepas penat kesibukan sehari-hari. Nah, untuk yang masih bingung, inilah rekomendasi tempat wisata bernuansa sejarah yang wajib kalian kunjungi jika healing atau jalan-jalan ke Kota Surakarta atau Solo ini.
10 Tempat Wisata Bernuansa Sejarah di Solo
1. Keraton Surakarta Hardiningrat

Wisata sejarah pertama di Solo yang wajib dikunjungi adalah Keraton Surakarta Hadiningrat. Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki luas sekitar 54 hektare. Di dalamnya menyimpan berbagai koleksi seperti patung, senjata, dan pusaka kerajaan. Salah satu bangunan menarik di sini adalah Menara Sanggabuwana, yang menurut beberapa legenda menjadi tempat pertemuan antara Ratu Laut Selatan dan Raja. Menara ini dibangun oleh Sri Susuhan Pakubuwono III pada tahun 1782, dengan ketinggian 30 meter dan berfungsi sebagai menara pengawas terhadap aktivitas Belanda selama masa penjajahan.
Saat mengunjungi Keraton Kasunanan, ada beberapa area yang tidak boleh dimasuki, termasuk kediaman Raja Pakubuwono. Namun, ada juga bagian yang terbuka untuk umum, seperti pendopo besar di Sasana Sewaka, di mana pertunjukan tari dan gamelan sering diadakan. Selain itu, kalian bisa mengunjungi museum di dalam kompleks keraton yang menampilkan berbagai koleksi kerajaan seperti kereta kencana, tandu, patung, senjata kuno, dan berbagai objek bersejarah lainnya. Lokasinya berada di Jl. Kamandungan, Baluwarti, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta.
Baca juga: Wisata Bersejarah di Ngawi, Berikut Detail Alamat Lengkapnya
2. Kampung Batik Kauman

Seperti halnya beberapa daerah lain yang memiliki kampung batik, Solo tidak mungkin tidak memilikinya. Salah satu destinasi wisata budaya dan sejarah di Solo adalah Kampung Wisata Batik Kauman. Pada tahun 2006, Kauman diresmikan sebagai Kampung Wisata Batik di Surakarta. Kampung ini menawarkan berbagai daya Tarik seperti, rumah batik, showroom batik, tempat pelatihan, penelitian, pengembangan produk batik, dan museum koleksi batik.
Kalian dapat berinteraksi langsung dengan pengrajin dan penjual batik, mengunjungi rumah produksi mereka, melihat proses pembuatan batik, dan bahkan belajar membatik. Lokasinya berada di J l. Trisula III No.1, Kauman, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta.
Baca juga: 10 Rekomendasi Wisata Jogja Sekitar Malioboro
3. Pura Mangkunegaran

Destinasi selanjutnya yang bernuansa sejarah adalah Pura Mangkunegaran. Tempat ini didirikan pada tahun 1757 dan menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Solo. Begitu memasuki pintu gerbang, kalian akan disambut langsung oleh megahnya bangunan pendopo yang menggabungkan gaya Jawa dan Eropa. Pendopo ini sering digunakan untuk pertunjukan tari dan wayang yang diiringi gamelan Kyai Kanyut Mesem.
Setelah melewati pendopo, kalian akan menuju Pringgitan, yakni tempat tinggal keluarga kerajaan, dan Rekso Pustoko. Pura ini menyimpan koleksi benda-benda kerajaan seperti topeng dan kereta. Salah satu paket wisata favorit turis asing adalah Mangkunegaran Royal Dinner. Dengan paket wisata ini, kalian akan menjadi tamu istimewa dan menikmati hidangan khas seperti garang asem bumbung, sambel goreng bledak, pecel pitik, lodoh pindang, dan puding tape sebagai penutup. Lokasinya berada di Jl. Ronggowarsito, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta.
4. Rumah Budaya Kratonan

Rumah Budaya Kratonan adalah objek wisata sejarah sekaligus ruang kreatif di Jalan Manduro No.6, Kratonan, Surakarta. Tempat ini menampilkan pameran sejarah politik Indonesia, khususnya Kota Solo. Selain itu, di Rumah Budaya Kratonan ini juga terdapat berbagai aktivitas budaya seperti latihan tari, gamelan, bahasa Jawa, serta diskusi budaya melalui buku dan film. Untuk jam bukanya sendiri setiap Selasa-Minggu pukul 08.00-1.00 WIB. Tentunya kalian cukup mengeluarkan uang sebesar Rp25 ribu rupiah saja untuk biaya tiket masuk.
Anak-anak muda yang tertarik dengan kegiatan-kegiatan bernuansa budaya wajib mengunjungi Rumah Budaya Kratonan ini jika jalan-jalan ke Solo. Selain untuk menikmati kebebasan dari penatnya dunia kerja, kalian juga akan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang budaya bangsa kita, terutama Jawa dan Solo.
5. Museum Keris Nusantara Solo

Seperti yang kita semua tahu, sejarah Indonesia terutama di Jawa tidak dapat dipisahkan dari benda yang bernama keris, senjata tradisional yang memiliki nilai tinggi dan sakral karena terkait dengan berbagai mitos atau klenik. Dalam dunia perang di nusantara, keris dianggap sebagai benda yang suci. Di Surakarta (Solo) sendiri, terdapat tempat wisata sejarah yang menampilkan koleksi keris, yaitu Museum Keris Nusantara. Museum ini diresmikan pada 9 Agustus 2017, memiliki ratusan koleksi keris dan puluhan tombak. Lokasinya berada di Jl. Bhayangkara No.2, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta.
Pecinta dunia mistis dan klenik, jangan sampai kalian melewatkan destinasi yang satu ini. Mungkin dengan datang ke sini kalian mendapatkan sensasi tersendiri yang belum tentu didapatkan dari hanya melihat keris-keris dari internet saja.
6. Benteng Vastenburg

Seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel, Solo ukan hanya menyimpan sejarah kerajaan, tetapi juga menyimpan sejarah penjajaha Belanda di Indonesia. Salah satunya adalah Benteng Vastenburg. Benteng ini merupakan salah satu tempat wisata Solo bersejarah yang harus kalian kunjungi. Dibangun pada tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff, benteng ini merupakan peninggalan Belanda dan berfungsi sebagai pusat garnisun serta pengawasan terhadap Keraton Surakarta.
Benteng setinggi enam meter ini juga digunakan sebagai markas TNI setelah kemerdekaan. Pada 1970-1980an, bangunan ini menjadi pusat pelatihan militer. Kini, setelah ditetapkan sebagai situs cagar budaya pada 2010, benteng ini telah diperindah agar semakin banyak menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung. Lokasinya berada di Kedung Lumbu, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta.
Baca juga: Deretan Wisata Populer di Kota Pecel (Madiun)
7. Loji Gandrung

Selanjutnya ada Loji Gandrung. Loji Gandrung pada dasarnya merupakan rumah dinas Walikota Solo. Awalnya, bangunan ini adalah kediaman Johannes Augustinus Dezentje, seorang pengusaha perkebunan pada masa penjajahan Belanda. Dengan luas bangunan sekitar 3.500 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 6.295 meter persegi, Loji Gandrung mengusung arsitektur Indis perpaduan budaya Jawa dan Belanda. Nama Loji Gandrung sendiri berasal dari kebiasaan Dezentje yang sering mengadakan pesta dansa, yang disebut “gandrungan” oleh masyarakat setempat karena suasana yang penuh asmara. Lantas di mana kalian dapat menemukan dan berkunjung ke Loji Gandrung ini? Lokasinya ada di Jalan Brigjen Slamet Riyadi Nomor 261, Kelurahan Penumping, Laweyan, Surakarta.
8. Taman Sriwedari

Kompleks Taman Sridewi terletak di Jalan Brigjend Slamet Riyadi No. 275, Sriwedari, Laweyan, Solo. Taman hiburan rakyat ini telah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan dulunya digunakan untuk acara hiburan malam Selikuran sejak era Pakubuwono X. Di dalamnya terdapat Gedung Wayang Orang. Biasanya, wayang orang tayang pada hari Senin sampai Sabtu. Taman ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Warga juga sering memanfaatkan area ini sebagai lokasi car free day.
9. Pasar Gede Harjonagoro

Pasar Gede merupakan tujuan wisata perbelanjaan dan belanja oleh-oleh di Solo. Sebagai pasar tertua di Kota Surakarta, Pasar Gede memiliki bangunan dengan gaya arsitektur Belanda dan Jawa. Banyak wisatawan menikmati momen mengunjungi untuk pasar ini, sambil menikmati hidangan legendaris yang ditawarkan dengan harga bervariasi. Jika kalian ingin merasakan keunikan dan kelezatan makanannya, dengan begitu Pasa Gede adalah wisata yang harus dikunjungi saat kalian berada di Solo.
10. Pasar Klewer

Pasar Klewer, terletak di sebelah barat Keraton Surakarta. Pasar Klewer merupakan pusat perdagangan batik dan tekstil terbesar. Terdapat beragam jenis batik tersedia, menjadikan pasar ini sebagai salah satu pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah. Dengan kapasitas hingga 3 ribu pedagang, Pasar Klewer menjual berbagai batik dari seluruh Indonesia. Pasar ini beroperasi sebagai pasar tradisional, di mana proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual adalah hal umum. Lokasinya berada di Jl. Dr. Radjiman No. 5A, Gajahan, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta.
Nah, itulah 10 tempat bernuansa sejarah di Solo atau Surakarta. Mungkin masih banyak lagi yang bisa kalian temukan jika mau menggali lebih dalam. Ambil cutimu, selamat berlibur, dan bebaskan jiwamu meski hanya sejenak dari penatnya kehidupan dan pekerjaan.

